Thursday, August 14, 2014

Berlibur Bersama Sahabat

Hai! Aku Aura. Aku punya sahabat bernama Shara, Lisa, dan Lita. Lisa dan Lita adalah saudara kembar. Kami telah bersahabat sejak kelas 1. Sekarang kami sudah kelas 5. Jadi kami sudah bersahabat selama 5 tahun.
            Hari ini, adalah hari penerimaan rapor. Setelah itu aku akan libur 4 minggu. Saat aku melihat raporku, ternyata aku rangking 1. Lisa mendapat rangking 2, Lita rangking 3, sedangkan Shara rangking 4. Aku dan sahabatku senang sekali.  Saat perjalanan pulang, Ayah dan Ibu memberiku hadiah.
            "Aura, saat liburan sekolah kali ini, kamu boleh mengajak sahabatmu pergi berlibur!" kata Ayah
            "Oh ya? Terimakasih Ayah!" jawabku dengan gembira
            "Rencananya kami akan mengajakmu pergi ke Singapore, Australia, dan Bali!" kata Ibu
            "Wow keren!" teriakku
            Esoknya, aku mengajak sahabatku ke rumahku untuk membicarakan rencana liburan yang dijanjikan oleh Ayah dan Ibu. Sambil menunggu aku menonton TV bersama Ayah dan Ibu. Saat tengah menonton TV, sahabatku datang satu per satu. Setelah semua datang, kami memulai diskusinya.
            "Besok saat liburan, kita akan pergi ke Singapore, Australia, dan Bali." kataku
            "O..." kata ke-3 sahabatku
            "Kita akan pergi kurang lebih 3 minggu." kataku lagi
            "Berarti di setiap tempat kita akan pergi selama 1 minggu?"kata Lita melanjutkan
            "Iya! Bagaimana semuanya setuju?" tanyaku
            "Aku setuju!" kata Lita dan Lisa bersama
            "Hmm... Aku juga setuju!" kata Shara
            "Anak-anak kita akan berangkat minggu depan. Tepatnya hari Senin." kata Ayah
            "Baiklah, mulailah packing sekarang . Bawalah barang seperlunya saja!" kata Ibu
            "Oke!" kata kami serempak
            Hari yang ditunggu-tunggu tiba. Aku, sahabatku, Ayah, dan Ibu pergi ke bandara untuk menaiki penerbangan menuju Australia. Setelah Check in, kami menaiki pesawat. Saat di pesawat aku dan ketiga sahabatku di beri uang Australia dan Singapore.
            Setelah sampai Australia, kami segera menuju hotel. Setelah Check in hotel, kami pergi untuk melihat hewan khas Australia tersebut. Kami juga membeli jaket, pensil, dan baju. Baju kami bergambar koala. Milikku berwarna pink, milik Lita merwarna biru, milik Shara berwarna ungu, dan milik Lisa berwarna merah. 
            Setelah seminggu di Australia, kami pergi ke bandara Australia untu penerbangan ke Singapore. Setelah Check in, kami menaiki pesawat. Di pesawat kami membeli beberapa makanan.
            Sesampainya di Singapore, kami ke hotel. Di Singapore kami membeli gantungan kunci, bolpoin, pensil, coklat, dan banyak lagi. Tak terasa seminggu berlalu di Singapore kami menuju bandara untuk penerbangan ke Bali. Sesampainya di bandara, kami Check in lalu menunggu di ruang tunggu untuk beberapa menit. Setelah kurang lebih 45 menit kami naik ke pesawat.
            Akhirnya kami sampai di Bali. Kami segera menuju hotel Harris. Sesampainya di hotel kami segera Check in. Setelah itu kami pergi ke pantai Kute untuk menikmati sunset.Setelah itu kami ke hotel.  Kami juga membeli gantungan kunci, baju, topi, bolpoin, dan masih banyak lagi. Setelah seminggu di Bali kami pulang ke Jogja karena kami akan segera sekolah minggu depan.
            "Aura ini adalah liburan paling menyenangkan!" kata Shara
            "Iya aku juga setuju!" kata Lita dan Lisa bersamaan
            "Lain kali kita liburan seperti ini lagi ya, yah!" kataku
            "Oke! Tapi kamu harus mendapat rangking 1! Oke?" kata Ayah
            "Oke!" jawabku

            Saat sekolah mulai kembali, Guruku meminta kami menceritakan cerita liburan kami. Cara menceritakannya adalah membuat cerita bersama teman dalam bentuk buku atau artikel. Aku senang sekali mendengarnya karena aku bisa membuatnya bersama sahabatku.

Wednesday, August 13, 2014

Yuka Si Pemberani



Yuka Si Pemberani

          Suatu hari, di sebuah desa terpencil hiduplah seorang kuli yang bernama Yuka,dia adalah anak pemulung, setiap hari ia selalu membawa batu ke lereng gunung Jayawijaya. Kalau sudah selesai, ia membantu ayah nya memunguti sampah.
          Suatu hari diadakan sayembara, bahwa barang siapa yang bisa menemukan sapu terbang akan diberi hadiah, letak sapu terbang itu berada di tangan penyihir terjahat di negara itu, karena geraknya yang sangat cepat dan kuat. Mendengar itu Yuka semangat untuk menemukan sapu terbang itu, karena pasti hidupnya akan lebih baik lagi.
          Hari demi hari berlalu Yuka selalu mengerjakan tugas nya dengan baik. Tepat pada hari Jumat, Yuka mengangkut batu itu ke lereng gunung, karena jalan di pengunungan licin Yuka langsung terpeleset dan menemukan goa misterius, gua itu penuh dengan tengkorak dan kelelawar akan tetapi, Yuka melihat cahaya yang sangat terang di sisi kanannya rupanya itu adalah sapu terbang yang diincar para peserta sayembara, akan tetapi, sapu itu di jaga oleh penyihir, lalu mereka melakukan pertarungan yang sengit. Akhirnya sang penyihir pun kalah dan sapu berhasil di ambil.
          Dan sesuai perjanjian, Yuka diberi hadiah uang yang banyak dan rumah yang mewah.

The Advanture Of Yuka



The Advanture Of Yuka
Karya : Angie
Di sebuah negeri sihir, hiduplah seorang anak laki-laki bernama Yuka. Yuka saat ini sudah berumur 20 tahun. Yuka tidak memiliki orang tua, ia hidup hanya dengan sapu terbang kesayangannya. Dulu Yuka hidup dengan nenek angkatnya, tapi sekarang nenek itu sudah tiada. Sekarang Yuka bekerja sebagai kuli. Ia juga hidup dengan hewan kesayangannya si kucing hitam. Kucing hitam itu diberi nama Demon.
Pada suatu hari, kaki Demon gemetar dan ia merintih kesakitan. Sorenya, saat Yuka pulang dari bekerja sebagai kuli, Yuka kaget melihat Demon tergeletak pingsan. Yuka sangat sedih dan kecewa. Tiba-tiba Yuka ingat bahwa di Lereng Gunung Simatea ada sepasang suami istri yang sakti dan bisa menyembuhkan penyakit-penyakit kucing.
Paginya, Yuka membawa Demon ke Lereng Gunung Simatea dengan menaiki sapu terbang kesayangannya. Di tengah perjalana Yuka dihadang 2 raksasa. Raksasa itu meminta harta benda yang dimiliki Yuka dengan ancaman akan melukai Demon. Yuka memiliki 2 permata yang sangat cantik dan mahal, tetapi kedua batu itu digunakan untuk membayar pengobatan Demon. Dengan sangat terpaksa Yuka menyerahkan kedua permata itu kepada kedua raksasa itu.
Setelah Yuka sampai di lereng gunung itu, dan Demon sudah diobati, Yuka menangis karena ia tidak bisa membayar kebaikan kedua orang itu. kedua orang itu melihat tanda lahir di tangan Yuka. Setelah Yuka menceritakan semuanya, mereka tahu bahwa Yuka adalah anak mereka yang hilang. Kemudian mereka hidup bahagia.