Sunday, January 26, 2014

Pergi dari Rumah



Oleh: Kevin Can (G3)

 

Di suatu hutan di kota Bata, tinggallah satu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan dua anak. Anak pertama bernama Man. Mereka tinggal di tengah hutan. Setiap hari si anak pertama selalu disakiti ibunya. Suatu hari si anak pertama melarikan diri dari rumah.

Dalam pelariannya dia bertemu singa yang bernama Gasi, dia terlihat seperti mau memakan Man, lalu dengan gemetaran Man berkata “tolong jangan makan aku singa”, lalu singa berkata “aku tidak ingin memakanmu, aku sudah kenyang dan di mana ibumu, anak kecil? Man menjawab “aku meninggalkan rumah karena aku tidak mau disakiti ibuku lagi, tapi kenapa kamu bisa bicara? Lalu singa menjawab “beberapa hewan di hutan ini bisa bicara dan namaku Gasi, aku termasuk salah satu dari hewan yang bisa bicara”

Man memperkenalkan diri. Setelah itu Man diperkenalkan kepeda dua teman Gasi yaitu Yemon si monyet dan Jaga si gajah. Setelah itu mereka berjalan bersama-sama. Keesokan harinya Man berkeliling hutan bersama tiga binatang yang telah menjadi sahabatny. Man  tidak ingin pulang ke rumahnya karena ia merasa lebih nyaman di hutan bersama tiga hewan tersebut dan Man tinggal di rumah milik Gasi.

Setelah tinggal di hutan selama dua tahun, Man ingin pulang ke rumahnya dan Gasi mengantar Man pulang dengan berat hati. Sesampai di rumah Man, Ibu Man terkejut melihat ada seekor singa gagah yang berdiri di samping Man. Gasi lalu berkata dengan iringan aumannya yang keras, “Ibu, Man adalah anak yang baik. Kasihilah dia!” Si Ibu dengan gemetaran mengangguk dan berkata, “Baik, baik, singa yang gagah.”  Gasi lalu meninggalkan mereka.  Akhirnya Man berkumpul dan hidup bahagia dengan keluarganya.

Thursday, January 23, 2014

BERSAHABAT



 Oleh: Angelina Citra Permatasari  (G4)

Di suatu masa ada 4 orang sahabat. Nama mereka Rara, Sika, Shelfa, dan Ratih. Mereka sangat dekat satu sama lain. Suatu hari saat pulang sekolah, mereka berjanji akan berkumpul di rumah Shelfa untuk mengerjakan tugas kelompok. Mereka mendapat tugas menulis apa saja yang akan dibawa mereka saat camping sekolah bulan depan, apa yang mereka masak, berapa harga bahan, dan cara membuatnya. Ini daftar yang mereka buat.


·         Peralatan pribadi :
·         Baju dalaman: 3 setel
·         Baju bebas: 3 setel
·         Baju olahraga:1 setel
·         Peralatan mandi :Sabun, Sampo, Sikat gigi, Pasta gigi
·         Peralatan lain :Senter, Selimut, Obat pribadi, Tas kresek
·         Peralatan memasak :Wajan, Saringan, Sothil


Itulah yang mereka tulis. Saat pelaksanaan camping mereka ber-4 ternyata satu tenda. Mereka senang sekali. Karena tidak bisa tidur, beberapa dari mereka bercerita tentang hantu. Ternyata Rara takut cerita hantu, jadi Rara menangis tapi pelan sehingga tidak ketahuan teman-teman yang berada di luar tenda. Akhirnya mereka bercerita lucu. Mereka sampai menahan ketawa. Sesudah mereka selesai camping, mereka pulang bersama mobil Ratih. Sampai di rumah masing-masing mereka langsung mandi lalu tidur pulas.

Sunday, January 12, 2014

Nathan dan 3 Beruang



Oleh: Nathanael Man (G3)


Di Washington Amerika Serikat, hiduplah  seorang  anak  bernama Nathan. Nathan sedang   berjalan-jalan  di tengah hutan dengan  orangtuanya. Tiba-tiba mereka  terpisah. Di tengah hutan Nathan  bertemu  dengan  tiga  beruang  yang  bernama  Ani, Wolly, dan  Felvet. Mereka  mengajak Nathan untuk ke rumah   mereka. 

Setelah sampai di  rumah  tiga beruang, mereka  disambut oleh orangtua Ani, Wolly, dan Felvet dengan meriah. Setiap hari mereka terlihat seperti  keluarga yang  rukun  dan damai. Setiap hari, Nathan diajak Ani, Wolly, dan  Felvet  untuk  berkeliling  hutan selama 2 jam. Setelah itu mereka pulang dan menikmati madunya sendiri-sendiri. Nathan tidur bersama Ani, Wolly, dan Felvet setiap malam. 

Pada suatu pagi, mereka jalan-jalan bersama-sama, tiba-tiba seorang pemburu datang. Pemburu itu mau menembak Ani, Wolly, dan Felvet. Nathan, Wolly, Felvet, dan  Ani   berusaha melarikan diri. Setelah sampai di rumah, mereka lalu bersembunyi. Ibu mereka bersembunyi di  balik tirai, ayah mereka bersembunyi di kamar, dan Ani, Wolly, Felvet, dan Nathan bersembunyi di bawah meja makan. Pemburu itu lalu pergi, akhirnya mereka  selamat  dari pemburu itu. 

Setelah beberapa waktu, Nathan berpamitan kepada orang tua  Ani, Wolly, dan  Felvet. Setelah itu mereka pergi ke luar hutan. Setelah sampai di jalan Nathan berpamitan kepada Ani, Wolly, dan  Felvet. Lalu  Nathan pulang  ke rumahnya.

Setelah sampai di rumah, Nathan bertemu  orangtuanya. Nathan  bercerita kepada orangtuanya. Nathan memohon kepada orangtuanya untuk  menjadikan hutan yang ditinggali Ani, Wolly, dan Felvet sebagai hutan lindung. Karena papanya seorang  presiden, papanya menjadikan hutan  itu resmi sebagai  hutan  lindung. Ani, Wolly, dan Felvet  senang  karena bisa bertemu Nathan setiap hari.

Anak Nakal



Oleh: NATHANAEL MAN , NATHANIEL LAD, KEVIN CAN (G3)

Di sekolah ada anak yang bernama Bubi,Toto, dan Danil. Mereka adalah anak yang nakal dan usil contohnya: mengambil bekal milik teman, mengempeskan roda sepeda milik teman, mengganggu teman saat belajar, mengambil peralatan tulis teman, sering bertengkar dengan teman, suka berbohong dengan guru, tidak mau belajar, dan tidak mau mendengar nasihat guru. Mereka selalu melakukan itu walaupun sudah dinasihati oleh guru. 

Keesokan harinya Toto, Bubi, dan Danil datang ke sekolah dengan terlambat. Tiba dikelas, mereka ditegur oleh ibu guru. Ibu guru bertanya mengapa kamu terlambat sekolah. Mereka bertiga menjawab bahwa mereka tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang.  Bu guru berkata bahwa ibu guru maafkan tetapi nanti tidak boleh usil dan nakal. Tetapi, pada saat mereka istirahat sekolah mereka mengambil bekal milik teman, mengambil barang milik teman menggangu, mengempeskan ban sepeda milik teman. Iva yang diganggu mereka menangis dan lapor ke bu guru, dan bu guru menghukum mereka. Mereka saling menyalahkan dan bu guru menasihati mereka. Bu guru tahu kalau sebenarnya anak-anak ini pintar, hanya saja mereka tidak tahu bagaimana menyalurkan energi mereka yang berlebihan. Akhirnya bu guru  menyuruh  Bubi, Toto, dan Danil untuk membuat puisi. Bubi membuat puisi yang berjudul guruku:

Guruku
Karya: Bubi  Cahyo Prasetyo

Guru kau sangat pintar 
Kau sungguh baik 
 Kau mendidik anak bangsa
 Kau pahlawan tanpa tanda jasa 
Terima kasihGuru 


Chaca yang Cantik
 Karya Danil Yoga Pratama

Kau sungguh cantik
Kau  sungguh baik
kau seperti bidadari
aku menyayangimu

 

Pahlawan   Tanpa   Tanda Jasa

Karya: Toto Sugiarto Jatmoko  

Bu guru engkau sungguh baik

Engkau  sungguh  ramah

Mengajari tanpa  lelah

Kau  tak  kenal  lelah

Terima  kasih  guruku tiada yang bisa  ku lakukan untuk

membalas jasamu




Keesokan harinya mereka mengumpulkan tugas puisi itu lalu mereka diminta bu guru untuk membaca satu-satu. Bubi sudah membaca , Toto juga sudah membaca sekarang gilirrannya Danil setelah selesai membaca ibu guru menegur Danil  dan bertanya kepada Danil. "Danil mengapa kamu membuat puisi seperti itu?" Lalu Danil berkata "Maaf, Bu, saya kira asal puisi, ya kalau begitu saya buat puisi lagi ya, bu. Lalu Danil membuat puisi lagi yang berjudul :  

                                                                           R.A  Kartini 
R.A Kartini
Kau sungguh baik
Kau pembela kaum wanita
Kau mendidik anak bangsa
Terima kasih R.A Kartini

Setelah  Danil selesai menulis puisi, Toto dan Bubi saling meminta maaf dan mereka jadi damai dan berjanji tidak nakal lagi. Keesokan harinyadi sekolah,  mereka bertiga tersenyum dengan bahagia dan mereka berjanji untuk tidak usil lagi.