Sunday, January 26, 2014
Thursday, January 23, 2014
BERSAHABAT
Oleh: Angelina Citra Permatasari (G4)
Di
suatu masa ada 4 orang sahabat. Nama mereka Rara, Sika, Shelfa, dan Ratih.
Mereka sangat dekat satu sama lain. Suatu hari saat pulang sekolah, mereka
berjanji akan berkumpul di rumah Shelfa untuk mengerjakan tugas kelompok. Mereka
mendapat tugas menulis apa saja yang akan dibawa mereka saat camping sekolah bulan depan, apa yang
mereka masak, berapa harga bahan, dan cara membuatnya. Ini daftar yang mereka
buat.
·
Peralatan pribadi :
·
Baju dalaman: 3 setel
·
Baju bebas: 3 setel
·
Baju olahraga:1 setel
·
Peralatan mandi :Sabun, Sampo, Sikat gigi, Pasta
gigi
·
Peralatan lain :Senter, Selimut, Obat pribadi,
Tas kresek
·
Peralatan memasak :Wajan, Saringan, Sothil
Itulah yang
mereka tulis. Saat pelaksanaan camping
mereka ber-4 ternyata satu tenda. Mereka senang sekali. Karena tidak bisa tidur,
beberapa dari mereka bercerita tentang hantu. Ternyata Rara takut cerita hantu,
jadi Rara menangis tapi pelan sehingga tidak ketahuan teman-teman yang berada
di luar tenda. Akhirnya mereka bercerita lucu. Mereka sampai menahan ketawa.
Sesudah mereka selesai camping,
mereka pulang bersama mobil Ratih. Sampai di rumah masing-masing mereka
langsung mandi lalu tidur pulas.
Sunday, January 12, 2014
Nathan dan 3 Beruang
Oleh: Nathanael Man (G3)
Di Washington Amerika Serikat, hiduplah seorang anak bernama Nathan. Nathan sedang berjalan-jalan di tengah hutan dengan orangtuanya. Tiba-tiba mereka terpisah. Di tengah hutan Nathan bertemu dengan tiga beruang yang bernama Ani, Wolly, dan Felvet. Mereka mengajak Nathan untuk ke rumah mereka.
Setelah sampai di rumah tiga beruang, mereka disambut oleh orangtua Ani, Wolly, dan Felvet dengan meriah. Setiap hari mereka terlihat seperti keluarga yang rukun dan damai. Setiap hari, Nathan diajak Ani, Wolly, dan Felvet untuk berkeliling hutan selama 2 jam. Setelah itu mereka pulang dan menikmati madunya sendiri-sendiri. Nathan tidur bersama Ani, Wolly, dan Felvet setiap malam.
Pada suatu pagi, mereka jalan-jalan bersama-sama, tiba-tiba seorang pemburu datang. Pemburu itu mau menembak Ani, Wolly, dan Felvet. Nathan, Wolly, Felvet, dan Ani berusaha melarikan diri. Setelah sampai di rumah, mereka lalu bersembunyi. Ibu mereka bersembunyi di balik tirai, ayah mereka bersembunyi di kamar, dan Ani, Wolly, Felvet, dan Nathan bersembunyi di bawah meja makan. Pemburu itu lalu pergi, akhirnya mereka selamat dari pemburu itu.
Setelah beberapa waktu, Nathan berpamitan kepada orang tua Ani, Wolly, dan Felvet. Setelah itu mereka pergi ke luar hutan. Setelah sampai di jalan Nathan berpamitan kepada Ani, Wolly, dan Felvet. Lalu Nathan pulang ke rumahnya.
Setelah sampai di rumah, Nathan bertemu orangtuanya. Nathan bercerita kepada orangtuanya. Nathan memohon kepada orangtuanya untuk menjadikan hutan yang ditinggali Ani, Wolly, dan Felvet sebagai hutan lindung. Karena papanya seorang presiden, papanya menjadikan hutan itu resmi sebagai hutan lindung. Ani, Wolly, dan Felvet senang karena bisa bertemu Nathan setiap hari.
Anak Nakal
Oleh: NATHANAEL
MAN , NATHANIEL LAD, KEVIN CAN (G3)
Di sekolah ada anak yang bernama Bubi,Toto, dan Danil. Mereka
adalah anak yang nakal dan usil contohnya: mengambil bekal milik teman,
mengempeskan roda sepeda milik teman, mengganggu teman saat belajar, mengambil
peralatan tulis teman, sering bertengkar dengan teman, suka berbohong dengan
guru, tidak mau belajar, dan tidak mau mendengar nasihat guru. Mereka selalu
melakukan itu walaupun sudah dinasihati oleh guru.
Keesokan harinya Toto, Bubi,
dan Danil datang ke sekolah dengan terlambat. Tiba dikelas, mereka ditegur oleh
ibu guru. Ibu guru bertanya mengapa kamu terlambat sekolah. Mereka bertiga menjawab bahwa mereka tidur terlalu malam dan bangun terlalu siang. Bu guru berkata
bahwa ibu guru maafkan tetapi nanti tidak boleh usil dan nakal. Tetapi, pada saat
mereka istirahat sekolah mereka mengambil bekal milik teman, mengambil barang
milik teman menggangu, mengempeskan ban sepeda milik teman. Iva yang diganggu mereka menangis dan lapor ke bu guru, dan bu guru menghukum mereka. Mereka saling menyalahkan dan bu guru menasihati mereka. Bu guru tahu kalau sebenarnya anak-anak ini pintar, hanya saja mereka tidak tahu bagaimana menyalurkan energi mereka yang berlebihan. Akhirnya bu guru
menyuruh Bubi, Toto, dan Danil
untuk membuat puisi. Bubi membuat puisi yang berjudul guruku:
Guruku
Karya: Bubi Cahyo Prasetyo
Guru kau sangat pintar
Kau sungguh
baik
Kau mendidik anak bangsa
Kau
pahlawan tanpa tanda jasa
Terima
kasihGuru
Chaca yang Cantik
Karya Danil Yoga Pratama
Kau sungguh cantik
Kau sungguh baik
kau seperti bidadari
aku menyayangimu
Pahlawan Tanpa Tanda Jasa
Karya: Toto Sugiarto Jatmoko
Bu guru engkau sungguh baik
Engkau sungguh ramah
Mengajari tanpa lelah
Kau tak kenal lelah
Terima kasih guruku tiada yang bisa ku lakukan untuk
membalas jasamu
Keesokan harinya mereka mengumpulkan tugas puisi itu lalu
mereka diminta bu guru untuk membaca satu-satu. Bubi sudah membaca , Toto juga sudah membaca sekarang
gilirrannya Danil setelah selesai membaca ibu guru menegur Danil dan bertanya kepada Danil. "Danil mengapa
kamu membuat puisi seperti itu?" Lalu Danil berkata "Maaf, Bu, saya kira asal
puisi, ya kalau begitu saya buat puisi lagi ya, bu. Lalu Danil membuat puisi lagi
yang berjudul :
R.A Kartini
R.A Kartini
Kau sungguh baik
Kau
pembela kaum wanita
Kau mendidik anak bangsa
Terima kasih R.A Kartini
Setelah Danil selesai
menulis puisi, Toto dan Bubi saling meminta maaf dan mereka jadi damai dan
berjanji tidak nakal lagi. Keesokan harinya,
di sekolah, mereka bertiga tersenyum dengan bahagia dan mereka berjanji
untuk tidak usil lagi.
Subscribe to:
Comments (Atom)